Menunggu berbuka pusa bersama, Anggota Perkumpulan Telapak di Kalteng menggelar nonton bareng sebuah karya film documenter produksi Gekko Studio yang merupakan unit usaha multimedia Perkumpulan Telapak . Dihelat pada tanggal 19 Agustus 2011 di Sekretariat BPHW-AMAN Kalteng pukul 15.30 WIB, acara ini menampilkan tiga dari lima film yang rencananya akan diputar. Bertajuk “Adu Cepat Dijalur Hutan Desa” Gekko Studio memotret perjuangan masyarakat sekitar hutan mendapatkan ruang hidup dan ruang kelola di tengah maraknya penguasaan lahan oleh industri kehutanan, perkebunan dan pertambangan, dimana salah satu caranya adalah lewat hutan desa.
Dihadiri oleh NGO, pers, masyarakat, mahasiswa, dan aparat Dinas Kehutanan Provinsi Kalteng, acara nonton bareng juga diisi dengan diskusi tentang film-film yang telah diputar. Dipandu oleh Abdi Rahmat, Direktur Eksekutif TeROPON yang juga Anggota Perkumpulan Telapak, setidaknya diskusi memberikan kesempatan bagi para pihak yang hadir untuk memberi komentar dan masukan baik hal bersifat teknis maupun substansi. Wancino, Sekretaris Desa Petak Bahandang yang saat ini bersama warganya memperjuangkan Hutan Desa di Kabupaten Katingan mengatakan “Ternyata proses yang kita lalui tidak semudah yang kita bayangkan atau saksikan di film tersebut. Proses yang kita lalui begitu lama, aparat (oknum) lebih mudah dan cepat melayani pengusaha atau pejabat yang datang.”
Sementara Rio, Direktur Eksekutif Walhi Kalteng mengajak agar dilakukan diskusi lebih jauh tentang kebijakan Hutan Desa ataupun bentuk lain yang dikhawatirkan akan menegasikan keberadaan hutan adat. Sedangkan Nordin, Koordinator Save Our Borneo (SOB) mempertanyakansikap Telapak sendiri terhadap Hutan Desa dan Hutan Adat.
0 comments:
Post a Comment